A. Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran yang baik akan dapat menciptakan prestasi yang berkualitas. Oleh karena itu guru sebagai salah satu komponen penting keberhasilan pembelajaran, harus mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang mampu membangkitkan kemauan siswa untuk terus belajar. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, manusia saat ini banyak dituntut untuk selalu ikut serta dalam perjalanan waktu yang semakin mutakhir. Begitu juga dalam hal pendidikan, pembelajaran harus sudah mengadopsi kerangka keilmuan modern dalam rangka mengejar kesetaraan dengan manusia di belahan dunia lainnya.
Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung dari proses pembelajaran yang dilakukan guru meskipun juga masih ditentukan oleh faktor lain seperti sarana prasarana sekolah. Salah satu upaya untuk menyukseskan kurikulum yang saat ini diberlakukan, dapat dilakukan dengan cara melaksanakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam seluruh mata pelajaran termasuk juga materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Sebagai ilustrasi dalam pembelajaran khususnya Al-Quran dan Hadits, seorang pendidik menghabiskan waktunya untuk menyampaikan materi pelajaran. Dan tentu saja materi yang disampaikannya adalah materi yang pendidik pelajari sebelumnya. Sebagian besar peserta didik tidak merasa tertarik apa yang disampaikan pendidik karena mereka merasa apa yang disampaikan pendidik sama persis dengan apa yang peserta didik pelajari di rumah. Akibatnya peserta merasa bosan, gelisah, ngantuk atau bahkan tidur.
Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama model belajar. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi belajar `baru’ yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada dalam pembelajaran yang termasuk juga dalam mata pelajaran Al-Quran dan Hadits yaitu tentang menghafal surah-surah pendek.
Keterkaitan dengan strategi yang dipilih guru adalah metode pembelajaran. Bahwa di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, khususnya mata pelajaran Al-Quran dan Hadits seorang pendidik dituntut untuk menggunakan metode dalam menyampaikan mata pelajaran yang akan disajikan agar siswa merasa tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Dan setiap penggunaan metode sangatlah membantu pendidik untuk mempermudah tugasnya dalam menyampaikan mata pelajaran Al-Quran dan Hadits.
Sebagian besar kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Al-Quran dan Hadits terutama materi tentang menghapal surah-surah pendek selama ini terkesan monoton yang akan menimbulkan tingkat kebosanan bagi siswa dan berimbas pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Ini dikarenakan kurang keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan. Adapun salah satu usaha untuk menciptakan kondisi yang efektif dan kondusif adalah dengan adanya kreativitas dari guru dalam memilih dan menentukan suatu metode pembelajaran.
Mengembangkan metode pengajaran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa khususnya menghapal surah-surah pendek. Seorang pendidik dituntut untuk mempunyai metode karena dapat membantu pendidik untuk mempermudah tugasnya dalam menyampaikan mata pelajaran tersebut. Yang terpenting metode digunakan agar siswa mampu berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
Fenomena yang terjadi di lapangan saat ini bahwa pelajaran menghapal surah-surah pendek kurang mendapat perhatian hal ini disebabkan karena metode pengajaran yang selama ini digunakan masih bersifat tradisional. Sehingga perlu adanya strategi pengajaran yang dapat mengaktifkan siswa supaya dalam proses belajar mengajar siswa tidak pasif.
Metode Drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu ketrampilan supaya bersifat permanen. Ciri khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka pengembangan metode Drill berfungsi dalam meningkatkan penguasaan dan juga pemahaman materi berguna untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pengajaran hasil pengembangan. Ini diharapkan bisa bermanfaat untuk menguji efektifitas penerapan metode Drill peningkatan terhadap hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran membaca surah-surah pendek.
Berdasarkan pengamatan awal terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MIS As-Shalihin Sukabangun Kecamatan Delta Pawan diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh potensi yang ada pada siswa sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Beberapa siswa banyak yang belum mampu membacal surah-surah pendek. Banyaknya siswa yang belum membaca surah pendek ini dikarenakan guru jarang membimbing siswa untuk membaca surah-surah pendek.
Pada dasarnya siswa hanya diajarkan untuk menghafal surah-sruah pendek tersebut tanpa diajari bagaimana cara membaca surah-surah pendek tersebut. Akibatnya berpengaruh pada kemampuan siswa untuk membaca surah-surah pendek yang terdapat dalam Al-Quran, bahkan siswa hanya mampu menghafal beberapa surah pendek seperti Al-Fatihah, Annas, Al-Asyr, Al-Alaq dan beberapa surah pendek lainnya, tetapi kemampuan ini tidak merata pada semua siswa.
Akibat rendahnya kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek ini berimbas pada hasil ulangan harian mata pelajaran PAI semester I Tahun Pelajaran 2011/2012 pada Surah-Surah Pendek.

Adapun data yang diperoleh dari hasil tes kemampuan membaca penggalan surah At-Takaatsur yaitu: sebanyak 23 orang siswa (79,31%) memperoleh nilai di bawah 70, 6 orang siswa (20,69%) mendapat nilai di atas 70. Adapun angka 70 merupakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Al-Quran Hadits. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 45,86.
Terkait masih rendahnya kemampuan siswa kelas III MIS As-Shalihin Sukabangun Kecamatan Delta Pawan dalam membaca surah-surah pendek ini maka penulis berupaya untuk menerapkan Metode Drill. Dengan menggunakan Metode Drill diasumsikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal surah-surah pendek dan pada akhirnya diharapkan kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek meningkat.

B. Masalah Penelitian
Bertitik tolak dari masalah di atas maka permasalahan pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca surah-surat pendek melalui metode Drill pada siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan?

C. Pembatasan Masalah
Dari beberapa masalah yang teridentifikasi di atas, maka peneliti membatasinya hanya dalam lingkup permasalahan:
1. Bagaimanakah kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek sebelum menggunakan Metode Drill pada siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan?
2. Bagaimanakah kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek setelah menggunakan metode Drill pada siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan?
3. Apakah ada peningkatan penggunaan metode Drill terhadap kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan?

D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek sebelum menggunakan Metode Drill pada siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan.
2. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek setelah menggunakan Metode Drill pada siswa kelaS III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan.
3. Untuk mengetahui peningkatan penggunaan metode Drill terhadap kemampuan siswa dalam membaca surah-surah pendek siswa kelas III MIS As-Sholihin Kecamatan Delta Pawan.

E. Manfaat Hasil Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya penggunaan metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca surah-sruah pendek siswa kelas III di tingkat Sekolah Dasar/Madrasyah Ibtidayah. Selain itu adanya penelitian ini diharapkan dapat menarik minat para peneliti lainnya khususnya di kalangan mahasiswa dan guru Pendidikan Agama Islam atau guru yang mengajar tentang Al-Qur’an dan Hadits untuk mengembangkan penelitian sejenis, sehingga dapat memperkaya metode yang dapat digunakan pembelajaran lainnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar.
2. Secara Praktis
Selain memiliki manfaat teoritis, sebuah penelitian haruslah memiliki manfaat praktis. Adapun manfaat praktis yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi Penulis
Penulis dapat meningkatkan kualitas keilmuan serta mengimplementasikan metode Drill dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Al-Quran dan Hadits terutama tentang meningkatkan kemampuan membaca surah-surah pendek.
b. Bagi Pengajar
Hasil penelitian ini dapat dijadikan perbandingan dan alternatif penggunaan metode Drill dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran membaca surah-surah pendek.

c. Bagi Siswa
Dengan metode Drill yang memungkinkan terciptanya kondisi belajar yang menyenangkan, siswa diharapkan memiliki peningkatkan hasil belajar utamanya dalam membaca surah-surah pendek.
d. Bagi MIS As-Sholihin
Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan alternatif untuk menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran membaca surah-surah pendek di MIS As-Sholihin.